Aku dan sedikit keresahanku

Aku lahir di kondisi keluarga yang tidak baik-baik saja, perdebatan orang tua yang tak kunjung usai hingga aku dewasa membuatku lelah secara psikis. Sejak kecil aku hidup di lingkungan ini, hidupku selalu dihiasi dengan kejadian indah yang di mana kejadian indah itu banyak menyebabkan luka yang tak kunjung sembuh secara psikis. Selain itu, aku juga tumbuh dengan orang yang berbicara dengan suara merdu bernada tinggi dan menyentak dan tidak jarang pula berkata kasar, membuatku selalu dirundung ketakutan dan kegelisahan juga membuatku tumbuh menjadi pribadi yang keras, namun mempunyai perasaan yang amat rapuh di dalamnya. 

Jika aku boleh mengutarakan pendapatku saat ini, aku hanya ingin bahagia. Tetapi jika itu tidak memungkinkan, aku hanya ingin bisa tersenyum lepas tanpa masalah yang selalu membuatku ingin menyerah. Kondisiku saat ini terlihat baik di luar, tapi jika kau mencariku lebih dalam maka kau hanya akan menemukan kehampaan yang penuh dengan kecemasan. Aku sangat rapuh, jika kau menyentuhku walau secara perlahan dengan hal-hal yang membuatku cemas dan takut. Selama ini aku hanya mampu bersembunyi dibalik topengku yang sangat lihai mengelabuimu itu, karena aku tidak sanggup untuk membuka kembali kisah hidupku kepada orang baru.

Sering kali aku berfikir bahwa kebahagiaanku bukan di dunia ini dan aku beberapa kali berfikir untuk menjemputnya tapi berkali-kali gagal karena saat itu pula tumbuh harapan baik ketika aku dewasa nanti walaupun sangat kecil presentasenya. Kemana lagi aku harus mencari kebahagiaanku jika kebahagianku bukan di dunia ini? Tidak jarang kondisiku sangat terpuruk, tidak ada yang memperdulikan kondisi psikisku bahkan tidak sedikit pula yang memang tidak memperdulikanku. Kejadian yang pernah terjadi sejak aku kecil, membuatku sangat sensitif hingga aku dewasa seperti sekarang. Aku takut untuk mempunyai kehidupan baru, aku takut bertemu orang baru, aku takut untuk melangkahkan kakiku di tempat yang baru, dan aku takut untuk melihat benda tajam terkadang benda-benda tersebut seperti memanggilku untuk menjemput kebahagiaanku tapi aku masih mempunyai beberapa hal yang masih aku timbang untuk aku tinggalkan. 

Jika aku boleh berpesan, untuk para orang tua yang mungkin membaca ini. Carilah jalan tengah dari permasalahan yang ada jangan membiarkan keadaan seperti ini, perlu difikirkan juga perasaan anak-anakmu dan ketahuilah dampak besar akan menghampirinya, lalu berhentilah berkata kasar kepada anakmu, berhentilah bersikap tidak mengenakan terhadap anakmu, berhentilah untuk selalu melampiaskan emosimu terhadap anakmu, berhentilah untuk selalu menyalahkan anakmu yang sebenarnya bukan sepenuhnya salah dia, berhentilah untuk selalu membandingkan anakmu dengan orang lain, berhentilah untuk bersikap menjadi orang tua yang merasa selalu benar, berhentilah membuang-buang waktu untuk hal yang tidak terlalu penting tapi cobalah untuk fokus dan memahami lebih dalam anakmu. Sebab, semua perlakuan yang para orang tua berikan mempunyai dampak yang besar terhadap anak itu sendiri hingga dia dewasa

Komentar