Dia, pembangkit dan penghancur semangat ku

Saat itu gue belum mengenal dia lebih dekat,pertama-tamanya sih benci gak suka sama sikap dia,tapi entah mengapa sekarang semua itu menjadi berbalik,gue yang dulu tidak menyukainya tapi sekarang gue menyukainya,tapi apa mungkin dia menyadarinya?kayanya nggak deh:(.Waktu terus berjalan dan dia belum menyadarinya,hingga gue harus memendamnya sendiri.

Untuk bertemu diapun gue gak sanggup,karena tatapan matanya yang begitu merasuk kehati,membuat kacau pikiran karena cuma dia yg ada di pikiran gue,tapi untuk melupakan dia butuh waktu cukup lama,disaat gue ingin melupakannya tapi dia malah muncul kembali,begitu sulitnya untuk melupakan dia,dia selalu muncul di pikiran gue,sesulit itukah cara yg harus gue lakukan.

Edisi bochin

Komentar