Postingan

Menampilkan postingan dari Januari, 2019

Kamu!

Teruntuk kamu, seseorang yang kutemui pada April 2017 di salah satu sekolah kedinasan yang berada di Ciseeng yang kini menjadi kekasihku. Terima Kasih telah memilihku untuk menjadi pasanganmu Terima kasih telah memberikan cukup ruang dan waktu Terima kasih karena selalu berusaha memberikan yang terbaik Terima kasih telah menerimaku beserta kekuranganku Terima kasih untuk selalu berproses bersamaku Terima kasih telah menyadarkanku bahwa hidup tidak se gelap yang aku pikirkan Sejak bertemu denganmu, setiap detik yang aku lalui adalah pelajaran. Pelajaran yang gaakan bisa didapat di sekolah atau kampus,  adalah pelajaran hidup. Sejak bertemu denganmu hidupku sangat besar mengalami perubahan, menjadi orang yang lebih baik dan sangat baik lagi. Kamu seperti pelangi dalam hidupku, yang mampu menghiasi dan mewarnai hidupku, kehadiranmu membuatku mampu untuk melukis hidupku sendiri menjadi lebih indah bertemu denganmu hanya rasa syukur yang selalu terucap, Allah baik, sangat baik, mengirim...

Jangan Lakukan Lagi

Jujur, melupakanmu adalah hal yang sulit. Mengapa? karena kau pernah mengisi hatiku walau hanya sesaat lalu pergi. Dengan kesaatanmu itu kau berhasil mengambil hatiku yang pilu. Tapi saat kau berhasil mengambil posisi itu engkau seolah pergi, seakan semuanya tidak pernah terjadi. Dengan lambannya kau pergi meninggalkanku, dan dengan lambannya pula kau berubah dalam diammu. Kau tidak lagi sama. Mungkin sudah saatnya aku harus melupakanmu, melupakan semua cerita yang pernah kau berikan kepadaku walau hanya sesaat. Maaf bila diri ini pernah membuatmu terlihat sibuk, dan maafkan aku bila telah mengambil sebagian hidupmu. Salahkah bila aku selalu merindukanmu dalam diamku. Salahkah bila aku selalu menyayangimu dalam kesendirianku. Salahkah?. Maafkanku yang tak bisa melupakanmu dengan begitu mudah.Yang aku ingin sekarang bisa bersamamu tapi itu mungkin hanya angan-anganku yang tidak akan pernah terwujudkan hingga kapanpun. Aku terlalu pengecut untuk mengungkapkan semua perasaan ini, janga...

Aku...

Aku, mungkin seperti bunga mawar. Yang memerlukan duri. Untuk melindungi dirinya. Yang terlihat sangat kuat. dibagian kelopaknya. Namun, Sangat rapuh ketika disentuh Dengan topeng didirinya. Agar terlihat sangat gagah dan menawan. Nyatanya, Hanya sesaat topeng itu bekerja. Dengan keindahan kelopaknya yg merekah. Mampu memghipnotis mata yang melihatnya. Lagi-lagi, Keindahan itu hanya sesaat. Ketika hari dimana dia harus ditakdirkan. Untuk dia menyerah dengan keadaan. Ya, keadaan yg membuatnya harus menjadi lusuh. menjadi layu. Bahkan mati. Takdir yg menunjukkan mawar yang sebenarnya. Takdir yang mampu berbicara Akan keindahan Yang selama ini digunakan. hanyalah topeng. Iyaa... Topeng...