Jangan Lakukan Lagi
Jujur, melupakanmu adalah hal yang sulit. Mengapa? karena kau pernah mengisi hatiku walau hanya sesaat lalu pergi. Dengan kesaatanmu itu kau berhasil mengambil hatiku yang pilu. Tapi saat kau berhasil mengambil posisi itu engkau seolah pergi, seakan semuanya tidak pernah terjadi. Dengan lambannya kau pergi meninggalkanku, dan dengan lambannya pula kau berubah dalam diammu. Kau tidak lagi sama. Mungkin sudah saatnya aku harus melupakanmu, melupakan semua cerita yang pernah kau berikan kepadaku walau hanya sesaat. Maaf bila diri ini pernah membuatmu terlihat sibuk, dan maafkan aku bila telah mengambil sebagian hidupmu.
Salahkah bila aku selalu merindukanmu dalam diamku. Salahkah bila aku selalu menyayangimu dalam kesendirianku. Salahkah?. Maafkanku yang tak bisa melupakanmu dengan begitu mudah.Yang aku ingin sekarang bisa bersamamu tapi itu mungkin hanya angan-anganku yang tidak akan pernah terwujudkan hingga kapanpun. Aku terlalu pengecut untuk mengungkapkan semua perasaan ini, jangankan menyatakan perasaan kepadamu. Memandang wajahmu saja aku tidak sanggup, apalagi aku harus bercakap denganmu. Mungkin karena aku perempuan aku tidak pantas untuk melakukan hal itu semua.
Mungkin kau hanya mengetahuiku dalam sebuah kalimat bisu. Aku berusaha untuk tidak peduli terhadapmu, seolah-olah aku tidak merasakan pilunya hati.Tetapi ketahuilah aku berusah diam untuk menyenbunyikan satu hal yang sulit untuk aku lakukan. Dalam diamku aku berjuang keras untuk tidak mengingatmu, berusaha keras untuk menghapuskan sosok dirimu yang sudah mengakar dikepalaku. Ketika aku telah merasakan rasa nyaman yang teramat nyaman kau seolah pergi ditelan bumi. Banyak kicauan yang membicarakan sosok dirimu terhadapku. Tetapi aku tidak pernah mengdengarkan kicauan mereka karena aku tahu yang merasakan rasa ini adalah aku bukan mereka. Kamu tau kenapa aku berbuat seperti itu karena aku yakin dengan rasa sayang ini. Tetapi saat kau seolah pergi meninggalkanku, aku berfikir. Mungkin kicauan mereka tentangmu itu ada benarnya. Dan sampai pada titik dimana aku merasa bodoh karna telah terlalu dalam mencintaimu, aku sudah terlalu jauh mengejarmu. Bodohnya diriku telah mempercayai sosok yang baru aku kenal dengan begitu dalam.
Seandainya waktu bisa aku ulang, aku tidak akan pernah membuka sedikitpun hatiku untuk sosok seperti dirimu. Tetapi penyesalan ini sudah tidak ada artinya lagi. Penyesalan yang datang pada akhir memang selalu menyakitkan. Mungkin akan ku jadikan kisah ini sebagai pelajaran berharga bagiku, tidak baik memberi hati sepenuhnya kepada orang baru bahkan orang yang baru kita kenal.
Satu pintaku, kepadamu pria yang telah membuatku rapuh. Aku mohon padamu jangan kau lakukan hal itu kepada perempuan lain yang sedang kau dekati, kamu tahukan rasanya sakit hati ? rasanya sayang saat kau sedang benar-benar sayang kepada seseorang dengan sepenuh hati, kau tau itu ? Yah seperti itulah yang aku rasakan saat ini jangan kau ulangin diperempuan yang berbeda, cukup aku yang merasakan semua itu.
Dari seseorang
yang selalu membasahi pipi
dimalam yang larut,
*M*
Pengarang : methi
Revisi : muhammad rizky
Salahkah bila aku selalu merindukanmu dalam diamku. Salahkah bila aku selalu menyayangimu dalam kesendirianku. Salahkah?. Maafkanku yang tak bisa melupakanmu dengan begitu mudah.Yang aku ingin sekarang bisa bersamamu tapi itu mungkin hanya angan-anganku yang tidak akan pernah terwujudkan hingga kapanpun. Aku terlalu pengecut untuk mengungkapkan semua perasaan ini, jangankan menyatakan perasaan kepadamu. Memandang wajahmu saja aku tidak sanggup, apalagi aku harus bercakap denganmu. Mungkin karena aku perempuan aku tidak pantas untuk melakukan hal itu semua.
Mungkin kau hanya mengetahuiku dalam sebuah kalimat bisu. Aku berusaha untuk tidak peduli terhadapmu, seolah-olah aku tidak merasakan pilunya hati.Tetapi ketahuilah aku berusah diam untuk menyenbunyikan satu hal yang sulit untuk aku lakukan. Dalam diamku aku berjuang keras untuk tidak mengingatmu, berusaha keras untuk menghapuskan sosok dirimu yang sudah mengakar dikepalaku. Ketika aku telah merasakan rasa nyaman yang teramat nyaman kau seolah pergi ditelan bumi. Banyak kicauan yang membicarakan sosok dirimu terhadapku. Tetapi aku tidak pernah mengdengarkan kicauan mereka karena aku tahu yang merasakan rasa ini adalah aku bukan mereka. Kamu tau kenapa aku berbuat seperti itu karena aku yakin dengan rasa sayang ini. Tetapi saat kau seolah pergi meninggalkanku, aku berfikir. Mungkin kicauan mereka tentangmu itu ada benarnya. Dan sampai pada titik dimana aku merasa bodoh karna telah terlalu dalam mencintaimu, aku sudah terlalu jauh mengejarmu. Bodohnya diriku telah mempercayai sosok yang baru aku kenal dengan begitu dalam.
Seandainya waktu bisa aku ulang, aku tidak akan pernah membuka sedikitpun hatiku untuk sosok seperti dirimu. Tetapi penyesalan ini sudah tidak ada artinya lagi. Penyesalan yang datang pada akhir memang selalu menyakitkan. Mungkin akan ku jadikan kisah ini sebagai pelajaran berharga bagiku, tidak baik memberi hati sepenuhnya kepada orang baru bahkan orang yang baru kita kenal.
Satu pintaku, kepadamu pria yang telah membuatku rapuh. Aku mohon padamu jangan kau lakukan hal itu kepada perempuan lain yang sedang kau dekati, kamu tahukan rasanya sakit hati ? rasanya sayang saat kau sedang benar-benar sayang kepada seseorang dengan sepenuh hati, kau tau itu ? Yah seperti itulah yang aku rasakan saat ini jangan kau ulangin diperempuan yang berbeda, cukup aku yang merasakan semua itu.
Dari seseorang
yang selalu membasahi pipi
dimalam yang larut,
*M*
Pengarang : methi
Revisi : muhammad rizky
- http://kembalimengenang.blogspot.com/2015/08/jujur-melupakanmu-adalah-hal-yang-sulit.html?m=1
Komentar
Posting Komentar