Dia, kakak tingkat ku
Hei ka!
Mengapa kau gelisah?
Mengapa kau termenung?
Raut wajahmu menggambarkan betapa lusuhnya dirimu,
Balutan tanganmu seolah berbicara
Akan hal berat yang sedang kau jalani
Hei ka!
Berhentilah sejenak dari sandiwara itu
Berhentilah, untuk membuat dirimu lusuh
Berhentilah ka, untuk membuat dirimu sakit
Ku mohon berhentilah, untuk membuat wajah manismu menjadi kusam
Hei ka!
Semua org selalu berkata
Bahwa dirimu hebat
Dirimu lah panutan mereka
Mereka pun berkata
Dirimu adalah pemimpin mereka
Hei ka!
Cakrawala mana yang mampu berdusta
Kalau nyatanya kau memang mengesankan
Dengan sikap arif nan bijak mu itu kak
Percayalah ka, rona wajahmu jauh membuatku terkesan ketimbang cahaya canopus
Hei ka!
Meski kau sesibuk presiden
Yakinilah, bahwa yang mengagumimu dengan tulus akan selalu setia menunggunu
Hei ka!
Teruslah semangat!
Jangan pernah menyerah!
Jangan membuat orang yang kau sayangi menjadi kecewa!
Semoga dirimu sukses selalu.
Mengapa kau gelisah?
Mengapa kau termenung?
Raut wajahmu menggambarkan betapa lusuhnya dirimu,
Balutan tanganmu seolah berbicara
Akan hal berat yang sedang kau jalani
Hei ka!
Berhentilah sejenak dari sandiwara itu
Berhentilah, untuk membuat dirimu lusuh
Berhentilah ka, untuk membuat dirimu sakit
Ku mohon berhentilah, untuk membuat wajah manismu menjadi kusam
Hei ka!
Semua org selalu berkata
Bahwa dirimu hebat
Dirimu lah panutan mereka
Mereka pun berkata
Dirimu adalah pemimpin mereka
Hei ka!
Cakrawala mana yang mampu berdusta
Kalau nyatanya kau memang mengesankan
Dengan sikap arif nan bijak mu itu kak
Percayalah ka, rona wajahmu jauh membuatku terkesan ketimbang cahaya canopus
Hei ka!
Meski kau sesibuk presiden
Yakinilah, bahwa yang mengagumimu dengan tulus akan selalu setia menunggunu
Hei ka!
Teruslah semangat!
Jangan pernah menyerah!
Jangan membuat orang yang kau sayangi menjadi kecewa!
Semoga dirimu sukses selalu.
Komentar
Posting Komentar